Suporter Paling Fair Play |
LA-Mania meraih penghargaan sebagai Suporter paling Fair Play di Liga Super Indonesia musim 2008-2009, khabar menggembirakan ini disampaikan langsung Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI), Joko Driyono.
LA Mania terpilih karena tak pernah menerima sanksi selama kompetisi LSI berputar. Selain itu, tak pernah terjadi bentrokan antara LA Mania dengan suporter lain yang datang ke Lamongan karena memang LA-Mania sangat Cinta Damai.
Rencananya Piagam tersebut akan diserahkan saat penyerahan Piala Copa Indonesia di Palembang nanti. Mudah-mudahan LA-Mania bisa kesana,
Sebenarnya piagam itu akan diserahkan di Papua, bersamaan penyerahan piala LSI kepada sang juara Liga Super Indonesia musim 2008-2009, Persipura Jayapura. Namun karena letaknya sangat jauh, membuat LA-Mania batal kesana.
Dari 18 kelompok suporter pendukung tim-tim LSI, semuanya pernah mendapat sanksi dari BLI atau terjadi bentrokan antar suporter. Hanya LA-Mania yang tidak pernah mendapat hal tersebut. berdasarkan penilaian BLI, LA Mania selama kompetisi ISL tidak pernah mendapart sanksi maupun terjadi bentrokan antar suporter. Bahkan, saat suporter tim lain datang ke Lamongan juga tidak terjadi benturan malah terjadi koordinasi yang bagus. Atas dasar penilaian itu sehingga LA Mania dipilih sebagai suporter paling fair play.
Terimakasih LA-Mania….Terimakasih…..
Ini bukti bahwa kita sudah semakin dewasa.
Persela Gagal Menciri Poin |
Persela Lamongan gagal mencuri poin di kandang Persiba Balikpapan. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini harus mengakhiri pertandingan dengan lesu karena kalah 1-0 dari Persiba lewat aksi striker Gaston Gastano.
Proses gol berawal dari serangan di sektor sayap kanan. Wing back Persiba Sony Kurniawan mengumpankan bola ke arah gawang Persela. Ketika bola belum datang penjaga gawang Persela Fauzal Mubaroq yang menggantikan posisi Khoirul Huda terburu maju. Dia pun gagal menangkap bola dengan baik.
Kesempatan itu dimanfaatkan Musafri yang menerima umpan itu lalu menendang si kulit bundar. Bola sempat mental mengenai pemain belakang Persela. Namun, bola itu mengarah ke Gaston Gastnano. Tak ayal gawang Persela pun terkoyak.
Bisa dibilang ini memang kesalahan Fauzal. Dia terburu keluar dari sarangnya, sedang bola melambung lewat ke belakang,
Dalam laga tersebut, secara keseluruhan permainan berlangsung imbang. Kedua kesebelasan sempat saling serang. Namun, Persela akhirnya kewalahan menghadapi tekanan lawan ketika laga memasuki menit ke-72.
Penyebabnya, I Gde Sukadana diganjar kartu merah karena melakukan pelanggaran terhadap pemain Persiba. Hukuman kartu merah dari wasit Mukhlis asal Sleman ini merupakan akumulasi dari kartu kuning yang sebelumnya diperoleh Sukadana pada babak sebelumnya.
Basri sempat melalukan perubahan komposisi pemain. Marcio yang gampang terpancing emosi, digantikan Dicky Firasat. Dia bertandem dengan Charlie yang sampai saat ini masih belum menciptakan satu gol pun buat Persela.
Di laga lawan PKT, Persela dipastikan tak bisa menurunkan Sukadana. Selain itu, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini juga bakal kehilangan FX Yanuar dan Zaenal Arifin. Sebab, keduanya telah mengantongi kartu kuning
20-Feb-2009 4:26 PM
Menang!!! menjadi targer mati bagi Persela saat menjamu Persipura Jayapura tanggal 23 Februari di Stadion Surajaya. Meski bakal tampil sedikit pincang akibat absennya Marcio Sauza, hal itu bukan jadi halangan bagi Laskar Joko Tingkir untuk menang di pertandingan tersebut.
Rekor tidak pernah kalah di Stadion Surajaya, Persela harus bisa menang meski Persipura saat ini di posisi puncak.
Absennya Marcio dan gelandang I Gde Sukadana bisa ditutupi dengan pemain lainnya. Di lini tengah, Persela dapat memainkan kembali gelandang bertahan Edgar Aranda yang mengalami akumulasi kartu saat melawan Persiwa Wamena lalu (7/2)
Edgar sudah pasti bisa dimainkan saat menghadapi Persipura. Sedangkan Alex Robinson direncanakan sudah bisa ikut latihan. Keduanya masih berpeluang untuk bisa diturunkan.
Selain itu, bek Agustiar ''Ucok'' Batubara yang absen lawan Persiwa, juga bisa ditampilkan. Namun, keputusan siapa saja pemain yang diturunkan bergantung kepada pelatih M. Basri.
Pelatih yang paling tahu siapa saja pemain yang akan dimainkan. Yang jelas, adanya pemain yang tidak bisa diturunkan tidak bisa menjadi alasan untuk tidak bisa meraih poin penuh dalam suatu pertandingan. Apalagi di kandang sendiri.
Persela Bungkam Barkoui dkk |
08-Feb-2009 8:25
Persela berhasil membungkam tamunya Persiwa Wamena, dengan skor akhir 2-0 tanpa balas, dalam laga LSI, di Stadion Surajaya, Sabtu, (07/02).
Tambahan tiga poin ini membuat posisi Persela di klasemen sementara naik dua tingkat ke urutan enam dengan koleksi 33 poin dari 19 pertandingan. Kemenangan ini juga sekaligus menjaga keperawanan Stadion Surajaya, Lamongan musim ini. Bagaimana tidak, dari sembilan kali pertandingan kandang, Persela berhasil membukukan tujuh kali kemenangan. Sisanya berakhir imbang, yakni saat menjamu Persija Jakarta dan Arema Malang.
Di saksikan ribuan LA-Mania, Persela Lamongan bersemangat untuk mendobrak pertahanan Persiwa sejak peluit babak pertama dimulai.
Menit ke-30 Persela mendapatkan peluang emas melalui Marcio Souza, namun tendangan kerasnya masih mampu di selamatkan penjaga gawang Timoteus.
Satu menit kemudian, penjaga gawang Timoteus kembali dibuat ketar-ketir, setelah datang ancaman Marcio Sousa yang melewati beberapa pemain belakang Persiwa, namun tendangan Marcio hanya menyentuh Timoteus dan menghasilkan sepak pojok.
Kedua kubu mencoba memaksimalkan serangannya di menit-menit akhir babak pertama. Namun hingga jeda pertandingan, skor tidak berubah 0-0.
Sesaat paruh kedua dimulai, Persela masih mendominasi jalannya pertandingan, beberapa peluang mampu diciptakan oleh pemain Persela.
Marcio dkk, tak kenal putus asa, mencoba serangan dari sayap kanan, yang memanfaatkan lemahnya pertahanan sisi kiri Persiwa.
Di menit 63, Dicky Firasat memecahkan kebuntuan, melalui tendangan keras kaki kirinya dari sudut yang melesak ke sisi kanan gawang Persiwa, tak mampu ditahan oleh Timoteus, skor berubah 1-0, ribuan LA-Mania histeris.
Tertinggal satu gol, tak mematahkan semangat Persiwa, malah justru terus menggempur pertahanan Persela. Namun strategi tersebut membuat lengah barisan pertahanan Persiwa yang mulai tebuka.
Marcio Souza yang lolos dari penjagaan mampu menggandakan keunggulan timnya pada masa injury time, skor 2-0 tidak berubah hingga Wasit Yandri membunyikan pluitnya, menandakan usainya pertandingan.
LA-Mania yang selama pertandingan selalu dipancing emosinya oleh Barkoui dengan sering mengacungkan jari tengahnya, pulang dengan membawa senyum kepuasan.
Alex dan Edgar dipastikan absen |
07-Feb-2009 7:45
Persela mengalami kendala krisis pemain pada lini tengahnya saat akan menjamu tamunya Persiwa Wamena, pada laga lanjutan LSI, di Stadion Surajaya, nanti malam.
Kondisi Persela Lamongan jelang menjamu Persiwa wamena tidak begitu menguntungkan, pasalnya dua pemain asing yang selama ini memperkuat lini tengahnya yakni Alex Robinson dan Edgar dipastikan absen dalam pertandingan ini.
M. Basri, akan melakukan rotasi pemain untuk memperkuat pada lini tengahnya, apalagi ia telah mempelajari kelemahan anak asuhannya pada saat dikalahkan Persija pekan lalu.
Basri juga menambahkan mengenai siapa yang akan menggantikan posisi tersebut, Basri akan menurunkan I Made Sukadana sebagai motor serangan dan sebagai pemain pendampingnya Basri telah menyiapkan beberapa pemain alternatif.
Saat ini Persela diposisi kedelapan sedangkan tamunya Persiwa menduduki peringkat ketiga klasemen sementara, Persela harus mewaspadai sebab pekan lalu Persiwa berhasil mengalahkan pimpinan klasemen Persipura dengan skor 1:0.
Pertandingan nanti sore, bagi LA-Mania harus bisa sebagai obat kekecewaan setelah beberapa kali pertandingan terakhir ini, Persela kalah. Setelah dikalahkan oleh Persema di copa dji sam soe, Persela juga dikalahkan Persija di Gelora bung Karno dengan skor 1:0.
Persela Hanya Menang Tipis |
19 January, 2009
Persela hanya berhasil menang tipis 1-0 di laga derby Jatim melawan Persema pada leg 1 babak 24 besar Copa Djisamso, Minggu, 18 Januari 2009 malam
Sejak peluit babak pertama di bunyikan Purwanto wasit yang memimpin pertandingan tersebut, Persela langsung mengambil inisiatif menyerang. Peluang pertama Persela didapat oleh Zainal Arifin.
Saat pertandingan baru berjalan 9 menit, Zainal berhasil melepas tendangan keras dari luar kotak penalti. namun, bola tendangan Zainal hanya mampu berada di atas mistar gawang Persema yang malam itu dikawal, I Komang Putra.
Peluang terbaik Persela diperoleh lewat tendangan bebas Fabiano. Sayangnya, tendangan Fabiano hanya mampu membentur mistar gawang Persema. Hingga berakhirnya babak pertama kedudukan masih tetap 0-0.
Memasuki babak kedua, Persela terus mencoba mengurung pertahanan Persema yang dikawal Seme Pierre Patrick dkk. Di menit 58, Charlie sempat membuat I Komang berjibaku. Namun sayang, tendangan pemain yang berasal dari Argentina ini gagal menemui sasaran.
Peluang lain datang dari Jimmie Suparno. Namun tandukan Jimmy juga gagal membuahkan hasil. Jimmy tak mengulangi kesalahan untuk kali kedua. Striker Persela ini akhirnya berhasil menjebol gawang I Komang di menit 60.
Berawal dari umpan matang Charlie, Jimmy berhasil mengontrol bola dan melewati Seme Pierrre sebelum akhirnya menggetarkan jala gawang I Komang. Kedudukan sementara 1-0 buat Persela. LA Mania langsung bersorak gembira.
Sebenarnya Persela berpeluang menggandakan keunggulan pada menit 67. Berawal dari blunder I Komang, Dicky Firasat berhasil melakukan tusukan di sisi kanan pertahanan Persema sebelum berhasil memberikan umpan matang kepada Charlie.
Namun Sayang, tendangan Charlie hanya berada di atas mistar.
Sampai peluit panjang dibunyikan wasit Purwanto, kedudukan masih tetap 1:0.
Selamat buat Persela, selamat buat LA-Mania. Leg kedua Persela harus bisa lebih tajam dan harus lebih haus gol.
Charlie Dipastikan bisa dimainkan. |
18 January, 2009 9:10
Akhirnya keinginan LA-Mania untuk melihat penampilan perdana Charlie terkabulkan. Striker asal Argentina ini sudah dinyatakan resmi memperkuat Laskar Joko Tingkir dan bisa dimainkan saat menghadapiPersema Malang nanti malam di ajang piala Copa Indonesia di Stadion Surajaya Lamongan.
Sebelumnya Charlie dikhawatirkan tidak bisa tampil saat menjamu Persema, sudah tidak ada lagi kekhawatiran itu, karena Charlie secara resmi sudah mengantungi surat pengesahan dari BLI sebagai pemain resmi Persela.
Selain Charlie, Dua pemain lagi, yaitu Aris Setiawan dan Khomad Suharto juga mendapatkan pengesahan yang sama.
Sebelum Charlie disahkan Basri sempat mencoba berbagai formasi susunan pemain. Pertama tanpa Charlie atau hanya mengandalkan striker lokal serta formasi dengan ditampilkannya Charlie.
Dengan disahkannya Charlie oleh BLI, maka Persela wajib menang telak nanti malam, agar pada legs kedua, Persela tidak terbebani.
(7 Januari 2009 15.10,LA-Mania)
Persela mendatangkan penyerang asal Argentina, Carlos Raul Sciucatti, atau yang biasa disapa Charly,guna menemani kapten Marcio Souza di lini depan, Charly yang mantan pemain depan Persijap Jepara ini, resmi dikontrak setelah pelatih M. Basri terkesan dengan penampilannya di masa seleksi lalu.
Charly direkrut untuk menggantikan Epala Jordan yang hanya mampu menyumbangkan satu gol buat Persela pada putaran pertama Liga Super Indonesia lalu.
M. Basri berharap Charly bisa meningkatkan ketajaman lini depan sekaligus membantu Marcio. Namun M. Basri sampai saat ini masih belum bisa melatih Charly bersamaan dengan Marcio karena Marcio sendiri masih dalam tahap pemulihan pasca operasi usus buntu.
Selamat datang charly, selamat bergabung dengan Laskar Joko Tingkir.
Persela mendapat bantuan materi pada putaran kedua kompetisi Liga Super Indonesia 2008/09. Karena, produsen pakaian dan peralatan olahraga ternama asal Amerika Serikat, Reebok, menjalin kerjasama sponsorship.
Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum Persela yang juga manajer tim, H Masfuk, dan Sports Marketing Manager PT Media Adi Perkasa (MAP) selaku pemegang lisensi Reebok di Indonesia, Sri Ratna Puspitasari, di Lamongan, Jumat (5/12).
Kontrak berdurasi setengah musim kompetisi atau sekitar enam bulan itu, bernilai sekitar Rp 1,2 miliar. Namun Reebok tak memberikannya dalam bentuk uang tunai, melainkan berbagai kebutuhan tim, mulai kostum resmi pertandingan, kostum latihan, jaket, topi, tas, dan lainnya.
"Secara keseluruhan ada sekitar 2.000 pieces barang yang menjadi kebutuhan Persela selama mengikuti kompetisi putaran kedua Liga Super, akan disuplai penuh oleh Reebok," kata Ratna Puspitasari yang menambahkan, Persela merupakan tim sepakbola pertama di Indonesia yang disponsori Reebok.
Mengenai kemungkinan Reebok menggandeng tim lain atau kontrak personal dengan salah satu pemain, Ratna Puspitasari mengatakan wacana ke arah itu memang ada. Meskipun demikian, belum bisa dipastikan kapan hal itu terealisasi.
Menang 1-5 saat melawan MP |
Persela Lamongan memang terasa berat bagi Mojokerto Putra (MP). Minggu (23/11), Persela kembali pesta gol ke gawang tim jawara divisi I tersebut, setelah sebelumnya menghajar dengan scoor 6-0 di Surajaya. Kali ini Marcio Sauza dkk menang dengan skor 1-5 atas tim tuan rumah itu pada leg 2 babak penyisihan Copa di Stadion Gajah Mada, Mojosari, Mojokerto.
Kemenangan tersebut juga menyempurnakan langkah Persela untuk lolos ke babak 16 besar Copa Indonesia 2008.
Pada pertandingan tersebut, pemain Persela sempat meremehkan lawan. Akibatnya, tim tuan rumah mampu mencuri gol di menit keempat melalui striker Beni Hartanto.
Pemain tim pujaan LA Mania tetap tenang, meski tertinggal satu gol Mereka meningkatkan alur serangannya ke jantung pertahanan MP. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-22. Memanfaatkan umpan dari tendangan sudut yang dilakukan Marcio, Ucok Batubara berhasil menanduk bola hingga menggetarkan jala gawang lawan.
Skor imbang itu membuat pemain Persela kian bersemangat. Hanya berselang sepuluh menit, Marcio mampu membuat Persela leading. Aksi solo run dia gagal dibendung pemain belakang lawan. Dengan mudah kapten tim Persela ini mengecoh kiper MP Eko Adityo. Legiun asal Brazil itu mencetak gol dengan tumit kakinya.
Memasuki babak kedua, pelatih M. Basri melakukan rotasi pemain. Marcio ditarik keluar diganti Dicky Firasat. Selain itu, Ilham Zulkarnain diganti FX Yanuar.
Pergantian pemain itu tak mengurangi daya gedor Persela. Heading Andik Ardiansah memanfaatkan umpan Dicky Firasat menjadi tim yang kemarin tampil dengan kaus putih itu unggul 3-1 pada menit ke-53. Enam menit kemudian, giliran Dicky Firasat menciptakan gol setelah memanfaatkan kemelut di muka gawang MP. Di menit ke-61 Andik akhirnya menutup pesta kemenangan Persela melalui aksi solo run.
Persela vs Mojokerto Putra di Tunda
|
Eksekusi terpidana mati trio bom Bali, Amrozi cs berdampak pada pertandingan Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008.
Tepatnya pada leg pertama antara tuan rumah Persela Lamongan melawan PS Mojokerto Putra. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya, duel itu akan digelar di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (9/11).
Tapi laga babak 48 besar ini terpaksa ditunda karena pihak berwajib tidak mengeluarkan izin pertandingan sepakbola di Lamongan. Hal itu terkait dengan latar belakang dua dari tiga terpidana mati itu, yakni Amrozi dan Muklas yang berasal dari Lamongan.
Karena tidak dikeluarkannya izin dari aparat keamanan, Badan Liga Indonesia (BLI) memutuskan menunda pertandingan itu. Meski Persela telah mempersiapkan diri untuk menghadapi duel tersebut. Bahkan pelatih M. Basri sempat mengungkapkan keyakinannya bakal meraih kemenangan meski tak meremehkan lawan dari dari divisi utama ini.
Sementara itu, PS Mojokerto Putra juga tetap mempersiapkan diri menghadapi Persela sebelum akhirnya menerima pemberitahuan dari BLI. Asisten Pelatih PSMP Jamal Yastro juga sempat mengintip kekuatan Persela saat bertanding di ajang Superliga. Menurutnya, persiapan anak asuhnya sudah memasuki tahap akhir sebelum bertarung di laga perdana turnamen akbar di tanah air tersebut.
Persela Mampu Memperpanjang Rekor |
Persela kembali memperpanjang rekor tak pernah kalah di Surajaya setelah hanya mampu menahan tim bertabur bintang Persija Jakarta tanpa gol, dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) Kamis (23/10).
Laga inipun sekaligus menjadi penutup putaran pertama bagi Persela
Di klasemen sementara, posisi kedua tim tetap tak berubah. Keduanya sama-sama mengemas nilai 30, Persela unggul selisih gol di peringkat keempat dan Persija satu tingkat di bawahnya.
Sejak wasit Najamudin Aspiran asal Balikpapan meniup peluit tanda awal pertandingan, kedua tim sama-sama melakukan serangan silih berganti.
Persela memiliki peluang-peluang melalui Marcio Souza, Edgar, dan Fabiano Betrand. Namun semuanya berhasil digagalkan berkat penampilan gemilang kiper Persija, Hendro Kartiko.
Begitupun dengan Persija. Yang memiliki rekor selalu menang bila menghadapi Persela dalam empat kali pertemuan sejak 2004, membuat mereka tampil agresif melalui trisula tajamnya yakni Bambang Pamungkas, Greg Nwokolo dan Aliyudin.
Di babak kedua, pelatih Persija, Danurwindo, mengganti duet Bambang dan Alyudin dan memasukkan pemain gelandang guna menambah kekuatan lini tengah.
Strategi itu ternyata membuat Persela gagal meraih kemenangan kedelapannya dihadapan "LA Mania" yang memadati stadion Surajaya.
Sebuah kado penutup putaran I yang kurang indah namun syukurlah rekor tak terkalahkan di Surajaya masih bisa dipertahankan.
Hattrik Marcio Menangkan Persela |
13 Oktober 2008 21.45
Penampilan gemilang Marcio Souza yang mencetak hattrick menghantarkan Persela Lamongan melumat tamunya PKT Bontang lima gol tanpa balas pada laga lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Surajaya, Lamongan, Senin (13/10).
Kemenangan ini mendongkrak posisi Persela ke urutan tiga klasemen LSI dengan mengemas 26 angka.
Tambahan tiga gol ini membuat Marcio untuk sementara memuncaki daftar pencetak gol terbanyak dengan torehan 12 gol mengungguli Christian Gonzales dari Persik Kediri
Ketiga gol Marcio tercipta pada menit ke-16, 84 dan di masa injury time. Dua dari tiga gol tersebut dilesakkan Marcio melalui spesialisasinya, tendangan bebas.
Adapun dua gol pasukan M. Basri lainnya dihasilkan oleh gelandang Epala Jordan dan bek kiri Tommy Rifka pada menit ke-13 dan 57. Bagi Epala gol tersebut merupakan torehan pertamanya di musim ini.
Persela Gagal Meraih Point Penuh, setelah hanya mampu menahan Arema (2:2) |
Minggu 28 September 2008
Persela hanya berhasil menahan Arema Malang 2-2 setelah gol yang dicetak Dicky Firasat pada menit ke-80 membawa Persela menyamakan skor 2-2 di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu malam.
Persela tertinggal lebih dulu melalui dua gol Emalue Serge pada menit ke-17 dan 56, kemudian memperkecil skor lewat sontekan Jimmy Suparno pada menit ke-78.
Hasil seri ini sekaligus menggagalkan ambisi "Laskar Joko Tingkir" untuk merebut poin maksimal dan kembali memimpin puncak klasemen.
Pelatih Persela, M.Basri mengakui absennya Fabiano Beltrame sangat berpengaruh terhadap kekuatan lini belakang timnya.
"Meski tanpa Emile Mbamba, Arema tetap harus diwaspadai. Terbukti, Serge mampu mencuri dua gol akibat kelengahan pemain belakang kami," ujarnya.
Tampil dengan ambisi untuk meneruskan rekor lima kemenangan kandang sebelumnya, Persela tampil menekan sejak menit awal.
Namun, Arema justru mampu mencuri gol terlebih dulu saat laga baru berjalan 17 menit melalui aksi Emalue Serge.
Penyerang asal Kamerun itu sukses menyambut umpan lambung Suroso dan melewati hadangan dua pemain bertahan Persela, FX Yanuar dan Ilham Zulkarnaen serta mengecoh kiper Choirul Huda.
Gol itu membuat pemain tuan rumah tersentak. Marcio Souza dan kawan-kawan meningkatkan tekanan ke pertahanan Arema.
Agustiar "Ucok" Batubara nyaris menyamakan skor di menit ke-26, namun tendangan kerasnya masih mampu diblok kiper Arema, Dadang Sudrajat.
Sontekan Edgar Miliciades beberapa menit berselang, meneruskan sodoran Alex Robinson juga masih menyamping tipis dari gawang dadang Sudrajad yang kali ini bermain cukup cemerlang namun sering terlihat manja.
Babak kedua baru berjalan 11 menit, LA-Mania kembali bungkam, setelah Serge membobol gawang Choirul Huda untuk kedua kalinya.
Persela makin tertekan dan terus berusaha menekan. Tapi lagi-lagi sejumlah serangan mampu digagalkan kiper Dadang Sudrajad.
Sejak gol kedua itu, tensi permainan memanas dan wasit Setiono beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk pemain kedua tim.
Jimmy Suparno memperkecil ketinggalan setelah meneruskan tendangan Marcio Souza pada menit ke-78.
Selang dua menit kemudian, tuan rumah memperoleh tendangan penalti, ketika pemain Arema, Adron Nguimbat menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang.
Eksekusi Marcio Souza mampu diblok Dadang Sudrajad, tapi bola muntah langsung disambar Dicky Firasat untuk menyamakan skor 2-2.
Pertandingan selesai tanpa adanya kerusuhan dan LA-Mania pulang dengan kedewasaan, walaupun sedikit kecewa.
Persela Pimpin Klasemen, setelah menangi derby Jatim |
Jumat, 19 September 2008 23.35
Persela Lamongan sukses memenangi derby Jawa Timur setelah menekuk Persik Kediri 2-0 dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia pekan ke-12, di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (19/9). Kemenangan ini sangat berarti bagi Persela karena untuk sementara mereka memuncaki klasemen dengan raihan 22 angka.
Pertandingan ini sekaligus memperpanjang rekor "Laskar Joko Tingkir" tak pernah kalah setelah di partai sebelumnya mempermalukan PSM Makassar dengan skor 3-1.
Sementara bagi Persik, kekalahan ini menjadi yang ketiga dan mereka turun satu tingkat ke peringkat enam dengan raihan 18 poin.
Tampil dihadapan publiknya sendiri, Persela justru banyak mendapat tekanan di menit-menit awal.
Persik mengancam gawang Persela melalui Budi Sudarsono dan tendangan firstime kapten Danilo Fernando, namun belum menemui hasil. Absennya bomber Cristian Gonzales membuat taji Persik berkurang.
Tak ingin terus diserang, membuat Persela sedikit melakukan perlawanan dengan mengandalkan serangan balik.
Dua usaha melalui Jimmy Suparno, masih dapat digagalkan kiper Markus Horison.
Di menit ke-40, seisi stadion yang dipenuhi "LA Mania" bersorak saat tendangan bebas Marcio Souza mengoyak jala Markus yang hanya terpaku menatap bola. Gol Souza itu menjadi yang kesembilan, hanya terpaut satu dengan Gonzales di daftar pencetak gol terbanyak.
Tertinggal satu gol membuat Persik mencoba membalas di babak kedua. Dua peluang melalui Agus S di menit ke-65 dan 70, masih mengenai tiang dan mistar gawang.
Terlalu asyik menyerang membuat tim besutan Arcan Iurie itu lupa akan pertahanan. Sebuah serangan Persela dari sisi kanan di menit ke-81, mampu dimaksimalkan menjadi gol melalui sundulan pemain pengganti, Dicky Firasat.
"Macan Putih" sempat mencetak gol melalui Wawan Widiantoro di menit ke-85 namun dianulir wasit karena ia dinyatakan offside. Skor 2-0 tetap bertahan untuk tuan rumah hingga wasit meniup peluit akhir.
Selanjutnya, Persela menjamu tim Jatim lainnya, Arema Malang, Sabtu (27/9) mendatang. Sementara Persik melakoni laga tandang menghadapi Persija Jakarta sehari sebelumnya.
selasa 16 September 2008
Pertandingan sepakbola Indonesia Super League (ISL) antara PSM Makassar melawan Persela Lamongan di Stadion Andi Mattalatta di Makassar, Senin (15/9) malam, rusuh. Sehingga pertandingan dihentikan pada menit ke 70, namun akhirnya dilanjutkan kembali.
Pertandingan dihentikan saat Persela menciptakan gol ketiga sehingga unggul 3-1 atas PSM Makassar.
Penonton turun ke lapangan, sehingga petugas keamanan serentak berusaha mengendalikan situasi. Namun, akhirnya situasi mulai bisa dikendalikan dan pertandingan dilanjutkan.
Polisi Kejar Penonton
Aparat kepolisian terus melakukan pengejaran atas suporter PSM Makassar yang melakukan tindakan kekerasan di Stadion Mattoanging Andi Mattalata, Makassar. Saat kerusuhan terjadi, wasit terpaksa menghentikan sementara pertandingan setelah melihat situasi menjadi kacau.
Suasana di tempat berlangsungnya pertandingan antara PSM Makassar melawan Persela Lamongan benar-benar kacau. Pertandingan mulai tidak terkendali saat PSM Makassar tertinggal 1-3 dari Persela Lamongan.
Ribuan suporter PSM Makassar mulai beringas dan melakukan pelemparan ke tengah lapangan. Pertandingan mulai kacau karena lemparan tidak hanya ke lapangan namun juga basemen yang ditempati oleh pemain-pemain Persela Lamongan.
Ribuan suporter PSM yang tidak menerima kekalahan timnya mengamuk dan melempari petugas keamanan dan para pemain Persela di bangku cadangan dengan batu dan botol minuman. Sebuah pagar besi yang membatasi para penonton dengan pemain, dirobohkan oleh suporter yang marah.
Pertandingan akhirnya dilanjutkan setelah suasana dapat dikendalikan. Meski demikian, PSM Makassar terancam mendapat hukuman dari PSSI akibat kejadian tersebut.
Untuk mengantisipasi kekacauan tersebut, aparat kepolisian di bawah kendali Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar Burhanuddin Andi melakukan pengejaran terhadap suporter yang melakukan tindak kerusuhan. Ratusan aparat kepolisian mengejar para suporter tersebut hingga ke luar lapangan.
Kekalahan Pertama Buat Pelita |
Senin, 08 September 2008 23:02
Gol semata wayang penyerang Marcio Souza membawa tuan rumah Persela Lamongan menghadiahi kekalahan pertama bagi Pelita Jaya di ajang Liga Super Indonesia (LSI). Tampil di Stadion Surajaya, Lamongan, Persela menang tipis 1-0, Senin (8/9).
Kemenangan ini membuat Persela naik ke posisi empat klasemen sementara LSI dengan mengemas 16 angka. Sedangkan bagi Pelita kekalahan ini membuat mereka berada di urutan 11 dengan sembilan poin.
Persela langsung bermain menyerang sejak awal laga. Beberapa peluang mampu didapat oleh pasukan M.Basri itu. Alhasil di menit ke-28. mereka mampu membuka keunggulan melalui tendangan bebas Marcio.
Setelah tertinggal satu gol, Pelita mencoba meningkatkan tempo permainan dengan dimotori duet gelandang Firman Utina dan Tiago, namun tim besutan Fandi Ahmad itu kesulitan menembus pertahanan kokoh Persela.
Pada menit ke-35, Pelita hampir menyamakan kedudukan ketika tendangan bebas yang dilepaskan Tiago langsung disambar oleh Costa dengan sundulan terarah, sayangnya bola masih menerpa tiang gawang.
Pada 45 menit kedua, Pelita semakin meningkatkan tekanan mereka ke jantung pertahanan Persela. Guna menambah daya dobrak, Fandi pun memasukkan penyerang anyar Gendut Doni dan Jalaludin Main.
Beberapa kesempatan berhasil diraih Persela diantaranya melalui tendangan setengah salto dari Tiago yang masih melambung dan sontekan Jalaludin yang masih dapat diamankan kiper Choirul Huda.
Persela sendiri meski lebih banyak bertahan juga sempat mendapat sebuah peluang emas. Lagi-lagi lewat tendangan bebas Marcio, namun kali ini kiper Dian Agus Prasetyo dengan gemilang mampu menepisnya.
Persela Lamongan sukses menumbangkan tamunya Persijap Jepara dengan kemenangan tipis 1-0 melalui gol tunggal Marcio Souza, dalam lanjutan Liga Super Indonesia, di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (26/7).
Di hadapan puluhan ribu pendukungnya, Persela bermain penyerangan yang agresif dari babak pertama dimulai.
Tampak pendukung lebih bersorak gembira ketika wasit Yandri yang memimpin jalannya pertandingan menghadiahi tuan rumah sebuah tendangan penalti.
Sang algojo yang menjadi eksekutor, Marcio Sousa berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan yang mengarah kiri gawang Danang Widyatmoko dapat terbacanya, namun bola lebih cepat hingga tak terselamatkan.
Gol itupun menjadi kado buat istri dan anaknya yang baru tiba di Lamongan dari Brasil.
Keunggulan Persela 1-0 menampakkan pertandingan semakin seru, berjalan cepat dan keras, hingga hanya peluang yang didapatkan, hingga turun minum skor masih tetap tak berubah.
Memasuki babak kedua, giliran Persijap merubah permainan dengan mengubah strategi menyerang cepat, aksi individu pemain pengganti Amarildo Sousa hampir membuahkan hasil, saat ia berhadapan dengan sang penjaga gawang Khoirul Huda, namun gagal karena bek Alexander Robinson datang lebih cepat dan berhasil menyapu bola yang dibawanya.
Persijap mendapatkan kembali peluang emas di menit 73, melalui tendangan bebas jarak jauh yang diambil oleh Evaldo, namun sayang bola hanya membentur kanan bawah mistar gawang Khoirul dan memantul keluar menuju kaki Pablo Francis, namun tendangannya masih disisi luar kiri gawang.
Memasuki menit-menit akhir pertandingan semakin panas saja, banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran yang seharusnya tak dilakukan, namun tak tercipta gol tambahan hingga wasit meniup peluit panjang, bertanda pertandingan berakhir.
Kemenangan tipis ini membawa tim berjuluk "Laskar Joko Tingkir" itu naik tujuh peringkat ke posisi delapan klasemen sementara dengan raihan empat angka.
Bagi Persijap, ini merupakan kekalahan kedua berturut-turut setelah sebelumnya dipermalukan Arema Malang dikandangnya. Mereka terpaku diposisi sebelas dengan mengemas tiga angka.
Persela Lamongan menang telak setelah menekuk PSIS 2-0. Pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia yang di gelar di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (16/8) dua gol Marcio Souza membawa tuan rumah unggul. Bermain dengan dukungan penuh dari para pendukungnya, Persela memainkan pola menyerang. Sejak menit-menit awal pertandingan, pemain Persela berhasil menguasai jalannya permainan. Peluang demi peluang tercipta. Striker Marcio Souza yang berhasil membobol gawang Persib beberapa waktu lalu saat Persib melawan Persela kemabli menunjukkan ketajamannya. Saat pertandingan baru berjalan dua menit, Marcio membuka peluang Persela melalui tendangan bebas. Namun, tendangan yang dilepaskan Marcio masih membentur bek PSIS dan mampu diantisipasi penjaga gawang Persela, Agus Nuron. Pada menit ke-8, Marcio kembali mendapatkan dua peluang emas. Tendangan keras yang dilepaskan Marcio tepat mengarah gawang PSIS. Berkat kesigapannya Agus berhasil memblok tendangan tersebut. Namun, bola justru kembali bergulir dan jatuh di kaki Marcio, namun masih terburu-burunya striker asal Brazil tersebut saat melepaskan tendangan justru membuat bola melambung jauh diatas gawang. Penetrasi yang dilakukan Alex Robinson kedalam kotak penalti pada menit ke-27, berhasil diteruskan Marcio yang melepaskan dengan keras tepat mengarah gawang. Namun bola yang meluncur deras sempat menyentuh tangan bek PSIS yang berusaha menghalau bola. Wasit Jimmy Napitupulu yang melihat pelanggaran tersebut langsung menunjuk titik putih. Marcio yang menjadi algojo sukses menunaikan tugas dan membawa "Laskar Joko Tingkir" unggul 1-0. Tertinggal satu gol, membuat para pemain PSIS berani keluar untuk bermain lebih menyerang. Namun, lemahnya penyelesaian akhir membuat kedudukan 1-0 bagi Persela tidak berubah hingga turun minum. Memasuki babak kedua, berusaha untuk mengejar ketinggalan, PSIS justru kembali kebobolan melalui gol cepat Marcio Souza. Saat babak kedua baru berjalan 1 menit, kesalahan yang dilakukan Agus Nuron dalam mengantisipasi tendangan bebas Marcio membuat gawangnya kebobolan untuk kedua kalinya. Tendangan bebas Marcio yang tepat mengarah ke gawang berhasil diblok Agus. Namun Agus tidak menghalau bola secara sempurna. Bola halauan yang melambung keatas gawang, kembali menghujam gawang PSIS tanpa dapat dihalau Agus. Gol Marcio pada menit ke-46 kembali menambah keunggulan Persela 2-0 atas PSIS. |